Panitia Pemilihan RT/RW
Kelurahan Tanjung Mardeka
siswanti +62 853-4191-9929
Faizi +62 821-9668-0281

MAKASSAR — Gelaran Wondrfest On The Weekend Festival yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026 di Parking Lot Ambalat, Trans Studio Mall (TSM) Makassar, menghadirkan sejumlah musisi ternama seperti RAN, MALIQ & D’Essentials, serta Dewa 19 feat. Virzha dan Tyo Nugros. Informasi mengenai kegiatan tersebut juga telah beredar luas di media sosial.
Trans Studio Mall Makassar yang berada di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga menjadi salah satu titik dengan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi. Ketika kegiatan berskala besar berlangsung, peningkatan volume kendaraan menuju lokasi acara berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap arus lalu lintas di sekitar kawasan tersebut.
Salah satu persoalan yang kerap menjadi perhatian masyarakat dalam pelaksanaan event serupa adalah parkir kendaraan yang tidak tertata dan parkir liar di badan jalan maupun bahu jalan. Kendaraan yang berhenti atau diparkir di lokasi yang tidak semestinya dapat mempersempit ruang gerak kendaraan, sehingga arus lalu lintas menjadi tersendat, terutama pada waktu sebelum acara dimulai dan saat penonton meninggalkan lokasi secara bersamaan.
Situasi tersebut bukan hanya berdampak kepada pengunjung event, tetapi juga kepada masyarakat yang melintas maupun warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Tanjung Bunga.
Menariknya, pada hari pelaksanaan event tersebut, Perumda Parkir Makassar juga menyampaikan imbauan melalui media sosial dengan pesan “Tertibkan Parkiran, Dukung Kelancaran Event On The Weekend Fest di TSM”. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan pengelolaan parkir memang menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Karena itu, penyelenggaraan event dengan jumlah pengunjung besar idealnya tidak hanya mempertimbangkan aspek hiburan, tetapi juga manajemen lalu lintas dan sistem parkir yang memadai. Petugas perlu memastikan kendaraan pengunjung diarahkan ke kantong-kantong parkir yang tersedia dan mencegah penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir.
Masyarakat pun diharapkan ikut menjaga ketertiban dengan tidak memarkir kendaraan secara sembarangan. Jangan sampai sebuah event yang seharusnya memberikan hiburan justru menimbulkan kemacetan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Ke depan, setiap kegiatan besar di kawasan TSM Makassar perlu disertai perencanaan rekayasa lalu lintas yang lebih matang, termasuk penempatan petugas di titik-titik rawan kemacetan, pengaturan keluar-masuk kendaraan, serta penertiban parkir liar secara konsisten.
Hiburan boleh ramai, tetapi lalu lintas tetap harus lancar dan kepentingan masyarakat umum tidak boleh terabaikan.